Arsip

PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA TINGKAT KABUPATEN SUKABUMI

Dalam ragka peringatan hari lingkungan hidup se-dunia tingkat Kabupaten Sukabumi, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi yang bekerja sama dengan OISCA Sukabumi mengadakan berbagai kegiatan diantara nya :

  1. Lomba MEWARNAI
    1. Lomba diikuti oleh siswa-siswi TK/RA se Kabupaten Sukabumi
    2. Peserta membawa peralatan untuk mewarnai seperti krayon jenis oil pastels dan meja lukis. Tidak diperbolehkan menggunakan spidol atau water colour
    3. Waktu lomba selama 2 jam
    4. Bidang gambar yang diwarnai bertema lingkungan dan disediakan oleh panitia
    5. Satu sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) peserta
  1. Lomba MELUKIS
    1. Lomba diikuti oleh siswa-siswi SD/MI se Kabupaten Sukabumi
    2. Kategori lomba ada 2 :
      1. Kategori kelas 1 – 3
      2. Kategori kelas 4 – 6
    3. Tema lukisan mengenai lingkungan hidup “penyelamatan lingkungan”
    4. Peserta membawa peralatan lukis seperti krayon jenis oil pastels dan meja lukis. Tidak diperbolehkan menggunakan spidol atau water colour
    5. Kertas gambar ukuran A3 dan disediakan oleh panitia
    6. Waktu lomba selama 2 jam
    7. Satu sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) peserta
  2. Lomba ECONOMY CREATIF
    1. Lomba diikuti oleh siswa-siswi sekolah tingkat SD/MI, SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sukabumi
    2. Satu sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) tim (1 tim dengan batas maksimal 4 orang)
    3. Materi lomba berupa membuat kerajinan atau produk dengan prinsip penanganan sampah 3 R (Reduse, Reuse, Recycle) yang memanfaatkan bahan-bahan bekas seperti bungkus rokok, bungkus ciki, botol plastik, bahan plastik, kertas dan lain-lain, termasuk produk dari pemanfaatan sampah organik
    4. Peserta membawa peralatan dan perlengkapan lomba dan dikreasikan langsung di tempat perlombaan
    5. Waktu lomba selama 3 jam
  1. Lomba PEMBUATAN POSTER
    1. Lomba diikuti oleh siswa-siswi SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sukabumi
    2. Poster bebas bertemakan lingkungan hidup
    3. Peserta membawa peralatan sendiri seperti krayon, spidol, water colour dll
    4. Media gambar disediakan oleh panitia yaitu kertas gambar ukuran A3
    5. Waktu lomba selama 2 jam
    6. Satu sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) peserta
  1. Lomba NGADONGENG
    1. Lomba diikuti oleh siswa-siswi SD/MI, SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sukabumi
    2. Peserta lomba membawakan 1 (satu) buah cerita fiktif yang bertema lingkungan dengan menggunakan Bahasa Sunda
    3. Waktu lomba selama 10 menit per peserta
    4. Satu sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) peserta
  1. Kegiatan PERKEMAHAN LINGKUNGAN HIDUP
    1. Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi SD/MI, SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sukabumi.
    2. Perkemahan dilaksanakan selama 2 (dua) hari tanggal 11 – 12 Juni 2014, sekaligus di hari terakhir diadakan upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Sukabumi 2013 sekaligus penyerahan piala, piagam penghargaan dan hadiah kepada para juara lomba.
    3. Satu sekolah mengirimkan 1 – 2 regu (1 regu berjumlah 10 orang putra/putri)
    4. Peserta membawa perlengkapan kemah masing-masing seperti tenda, konsumsi dll. Panitia tidak menyediakan konsumsi.
    5. Materi perkemahan merupakan materi Pendidikan Lingkungan Hidup sesuai tema
    6. Peserta mengenakan pakaian olah raga sekolah masing-masing.

 

  1. Keterangan lain-lain
    1. Semua lomba memperebutkan juara I, II dan III yang masing-masing nanti mendapatkan Piala, Piagam Penghargaan dan Hadiah yang akan diserahkan olah Bapak Bupati Sukabumi pada Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kabupaten Sukabumi 2014.
    2. Semua perlombaan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Mei 2014 di Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi. Pendaftaran / registrasi peserta pukul 07.30 WIB.
      1. Bapak Denny Alam, BLH Kabupaten Sukabumi telpon 081563113008 atau 0266-436428
      2. Bapak Ade Hidayat, OISCA Sukabumi telpon 081563447635 atau 0266-321423
    1. Semua perlombaan dan kegiatan tidak dipungut uang pendaftaran.
    2. Untuk konfirmasi dan pendaftaran melalui contact person :

 

Sumber : Bidang MITRAKUM BLH Kab.Sukabumi

Cegah degradasi pantai dengan transplantasi terumbu karang

20120827menyelamPadang (ANTARA News) – Peneliti kelautan dari program pascasarjana Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Bung Hatta Padang, Indrawadi mengatakan, degradasi lingkungan perairan pantai dan laut harus dicegah antara lain melalui transplantasi terumbu karang.

Transplantasi terumbu karang merupakan sebagai salah satu bentuk pelestarian danrehabilitasi terumbu karang yang semakin terdegradasi dengan teknik pencangkokan, katanya di Padang, Kamis.

Menurut dia, tujuan transplantasi pada dasarnya untuk pelestarian ekosistem terumbu karang yang berperan dalam mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak.

Selain itu juga untuk membangun daerah terumbu karang yang baru yang sebelumnya tidak ada, tambahnya.

Begitu pentingnya tujuan kegiatan ini sehingga Indrawadi mendukung kegiatan transplantasi (penanaman dengan cara pencangkokan kembali bibit terumbu karang, red) di perairan laut Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang dinilai berhasil.

Transplantasi dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Diving Proklamator Universitas Bung Hatta (UBH) melibatkan pelajar dan masyarakat pesisir pantai Tarusan pada Oktober 2012 yang hasilnya mulai menunjukan pertumbuhan terumbu karang yang baik.

Ketua UKM Proklamator, David Hidayat mengatakan, penilain keberhasilan itu, berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring dengan penyelaman dilakukan oleh beberapa penyelam dari UKM Proklamator di perairan laut Tarusan pada Sabtu (2/2) dan Minggu (3/2).

Penyelaman di lokasi transplantasi itu menunujukan bibit-bibit terumbu karang nampak mulai tumbuh dengan baik dan subur, tambahnya.

Dengan keberhasilan ini maka kegiatan transplantasi itu membuat masyarakat setempat berbangga dan beruntung, karena kegiatan itu di daerah mereka dilaksanakan dalam rangka ikut melestarikan sumberdaya kelautan dan pesisir, yang sangat mengembirakan hasilnya.

Translantasi tersebut dilaksanakan juga untuk menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan sejak dini, sehingga melibatkan para pelajar dari SDN 25 Carocok Anau Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, katanya.

Terumbu karang yang ditransplantasi adalah dari jenis acropora dan non acropora yang sejak kini tampak mulai tumbuh subur.

Ia menjelaskan, terumbu karang jenis pocillopra dan sejumlah jenis karang bercabang (Seriatopora sp) yang juga ditransplantasi hasil stek terumbu karang itu terlihat telah menyatu dengan substrat berupa wadah dari semen yang dijadikan dudukan.

Namun sebagian besar hasil transplantasi itu terlihat mulai didekati sedimen, tambahnya.

Dalam pelaksanaan transplantasi pada Oktober 2012 penyelam dari UKM Diving Proklamator UBH bersama masyarakat dan pelajar telah menanami sekitar 4.000 buah subtrat-subtrat beton diatas rangka besi dan yang di benamkan ke dasar laut pada kedalaman lima meter.

Sebelum turun kelapangan, terlebih dahulu diadakan pengenalaan tentang terumbu karang dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk pelestariannya, katanya.
(H014/S023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Sumber : antaranews.com

Bakteri yang Dapat Memproduksi Emas Murni 24 Karat

 

 

Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, para peneliti akhirnya berhasil menemukan jenis bakteri yang dapat memproses zat kimia tertentu menjadi emas murni 24 karat.

Peneliti dari Michigan University, Kazem Kashefi dan Adam Brown, membangun sebuah laboratorium khusus (yang mereka namakan The Great Work of the Metal Lover) untuk “menernakan” emas dari bakteri bernama Cupriavidus metallidurans. Merekalah yang berhasil menemukan bakat unik bakteri tersebut untuk memproses zat kimia beracun bernama klorida emas (gold chloride), menjadi “pup” termahal didunia yang berupa 99,9% emas murni. Nyummy!

Bakteri Cupriavidus metallidurans butuh waktu sekitar seminggu untuk merubah makanannya (yang harganya ternyata cukup mahal) itu menjadi logam mulia.

Sumber : http://forum.viva.co.id/iptek/552228-bakteri-yang-dapat-memproduksi-emas-murni-24-karat.html

Kebakaran hutan Gunung Walat mencapai 10 hektar

Sumber : Antaranews.com

 

Sukabumi (ANTARA News) – Kebakaran hutan Gunung Walat di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, sampai Minggu pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat mencatat lahan hutan yang terbakar mencapai 10 Ha dan ini api masih terus berkobar.
“Dari catatan kami sementara, sekitar 10 hektare lahan hutan Gunung Walat yang terbakar akibat kebakaran hutan dan api masih menjalar ke lahan lainnya,” kata Kepala Bidang Kedarudaratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo kepada ANTARA, Minggu.

Menurut Usman, kebakaran di hutan pendidikan yang dikelola Institut Pertanian Bogor (IPB) ini titik api masih cukup banyak, ada sekitar 7-10 titik api yang belum bisa dipadamkan bahkan satu titik apinya masih tinggi dan berkobar.

Lebih lanjut, upaya yang dilakukan untuk memadamkan api terus dilakukan, mobil pemadam kebakaran masih bersiaga dan mencoba memadamkan api di sekitar hutan Gunung Walat yang bisa terjangkau mobil damkar. “Sampai pagi ini kami bersama TNI dan Polri serta ratusan masyarakat terus berupaya memadamkan api agar tidak menjalar,” tambahnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi menjalarnya api ke pemukiman warga pihaknya menugaskan warga sekitar yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran hutan agar membuat sekat. Tetapi, dari pantauannya, kobaran api tidak menjalar ke pemukiman warga.

“Pembuatan sekat ini agar api tidak menjalar kepemukiman warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, karena kami akui api cukup sulit dijikan yang disebabkan minim air dan sulitnya mobil damkar menuju lokasi kebakaran. Namun, sampai saat ini warga sudah aman karena api tidak menjalar sampai ke pemukiman,” kata Usman.

Ia menambahkan, yang dikhawatirkan saat ini adalah kondisi angin karena jika angin bertiup cukup kencang maka api akan bisa dengan cepat menjalar, ditambah kondisi hutan kering dan banyak ranting pohon yang mudah terbakar, sehingga mempercepat api menjalar.

“Kami berusaha agar api tidak meluas semua komponen kami turunkan dan berharap angin tidak kencang dan ada turun hujan agar mempermudah dalam pemadaman api pada kebakaran hutan Gunung Walat yang memiliki luasan hutan sekitar 359 Ha,” demikian Usman.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Selama Ramadan sampah makin banyak

Sumber : Antaranews.com

Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA News) – Selama Ramadan, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, produksi sampah terutama yang berasal dari rumah tangga meningkat dibanding sebelumnya. Bisa mencapai 800 meter kubik sehari ketimbang 700 meter kubik pada hari biasa.
“Saat ini peningkatan sampah, bisa dilihat dari banyaknya sampah di TPS yang biasanya satu truk bisa mengangkut tiga sampai empat TPS sekarang hanya dua TPS saja, “kata Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Palangka Raya Manuel Notanubun, Rabu.

Guna mengantisipasinya, pihaknya mengoptimalkan petugas kebersihan dan armada yang ada, kendati masih belum bisa memadai dan mencukupi.Jumlah armada yang saat ini dimiliki Pemkot, sebanyak 21 unit, yang dijadwalkan akan ditambah sebanyak lima unit lagi, dalam perubahan anggaran setelah akhir tahun ini.”Idealnya untuk kota, 35-40 unit, sedangkan petugas 200-250 orang, sudah aman untuk membersihkan kota kita, terlebih lagi dengan pertambahan jumlah penduduk dan luas wilayah,”ucapnya.

Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, lantaran ketika membuang sampah, terkadang langsung dilempar dari atas kendaraan, sehingga menyebabkan banyak yang berceceran di luar TPS.

Tidak hanya itu saja, penduduk yang tinggal di bantaran sungai, pernah disediakan TPS, akan tetapi warga lebih suka membuang sampah langsung ke sungai, karena tidak perlu ke luar rumah.

“Kesadaran inilah yang harus ditumbuhkan dari masing-masing orang, karena percuma kalau dilakukan sosialisasi tapi tidak tertanam di hati, malu kalau membuang sampah tidak pada tempatnya,”tuturnya. (*)

Editor: Ade Marboen

Cegah Kebakaran Hutan Gede Pangrango Tutup Pendakian

Sumber : Antaranews.com

Jakarta, 26/7 (ANTARA) – Pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, ditutup untuk umum mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2012. Penutupan ini merupakan upaya pencegahan bahaya kebakaran hutan dan pemulihan kondisi ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, sesuai surat keputusan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango nomor SK.234/11-TU/3/2012

Kegiatan penutupan pendakian dilaksanakan pada bulan Agustus karena merupakan bulan terkering beberapa tahun terakhir ini,sehingga perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dengan mengambil langkah antisipatif dalam pengendalian kebakaran.

Prakiraan intensitas curah hujan rendah di sebagian besar wilayah di Jawa Barat antara lain di Cianjur dan Sukabumi (21 – 50 mm) serta Bogor (51 – 100 mm), sesuai dengan pantauan BMKG Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor. Pendakian dibuka kembali untuk umum mulai tanggal 1 September 2012.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Ir. Sumarto.MM, Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Kementerian Kehutanan.

COPYRIGHT © 2012

Menhub buka latihan penanggulangan pencemaran laut

Sumber : http://www.Antaranews.com

 

Semarang (ANTARA News) – Menteri Perhubungan EE Mangindaan membuka latihan bersama penanggulangan pencemaran laut di perairan Laut Jawa di wilayah Kota Semarang.

“Latihan semacam ini penting untuk mengasah keterampilan dalam pencegahan serta mengatasi pencemaran tumpahan minyak,” kata EE Mangindaan ketika membuka latihan bersama di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa.

Menurut dia, risiko pencemaran laut akibat tumpahan minyak semakin meningkat, khususnya di kawasan perairan Laut Jawa.

Ia menuturkan, hal tersebut merupakan dampak dari meningkatnya volume arus lalu lintas kapal di perairan tersebut.

“Bencana tumpahan minyak akan menjadi kerusakan ekosistem jika tidak segera ditangani,” katanya.

Beberapa kasus tumpahan minyak, lanjut dia, sempat terjadi di sejumlah daerah, seperti Selat Malaka, perairan Cilacap, serta, perairan Laut Timor.

Ia menjelaskan, perkembangan industri di sekitar pelabuhan menuntut kesiapan di wilayah laut.

“Latihan semacam ini penting untuk meminimalkan risiko yang terjadi,” katanya.

Latihan bersama tersebut akan melibatkan sekitar 40 unit kapal dari berbagai instansi. Selain itu, sekitar seribu personel dari berbagai unsur seperti Kementerian Perhubungan, TNI, Kepolisian, Kementerian Lingkungan Hidup, Pertamina, serta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha hulu Minyak dan Gas.
(I021/Z003)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012