Perkuat Eksistensi, Indonesia Ikuti Pameran Kelautan International di Korsel


Sumber : http://www.Antaranews.com

 

Jakarta, 20/5 (ANTARA) – Pemerintah Indonesia terus berupaya mempertahankan ekstensinya di mata dunia internasional sebagai sebuah negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar (mega marine biodiversity) di dunia. Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam mempromosikan potensi laut Indonesia, disamping merebut peluang pasar produk perikanan di dunia internasional, salah satunya melalui keikutsertaan Indonesia dalam perhelatan akbar Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo yang diwakili oleh Inspektur Jenderal KKP, Andha Fauzie Miraza pada saat menghadiri dan merayakan Nasional Day Indonesia hari ini (20/5) di Paviliun Indonesia, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini adalah untuk membangun sebuah hubungan dan jejaring kerja sama internasional serta semua unsur yang terkait didalamnya. Ia juga berharap potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam mendukung keamanan pangan.

Sejalan dengan itu, maka ajang ini dirasa tepat sebagai sebuah sarana efektif dan efisien di dunia kelautan dan perikanan dalam mempercepat laju pertumbuhan pariwisata bahari. Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini juga bertujuan untuk mengangkat isu-isu kelautan ke kancah internasional serta dalam upaya memperkuat kapasitas Indonesia sebagai suatu bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari sumberdaya alam yang ada, khususnya sumberdaya kelautan. Event yang akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai tanggal 12 Mei hingga 12 agustus mendatang mengusung tema “Keindahan Indonesia : Memelihara Keragaman Tropis” (wonderful Indonesia : Sustaining Tropical Diversity).

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan baru pembangunan ekonomi nasional, blue economy. Blue economy merupakan kebijakan yang berbeda dengan green economy yang lebih menekankan aspek lingkungan. Dalam blue economy, sumberdaya laut yang diolah akan dimanfaatkan secara optimal sebagai mainstream pembangunan ekonomi nasional. Dalam blue ekonomy, diperlukan inovasi, teknologi, dan pengetahuan sehingga sektor ini meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dalam blue economy terdapat tiga pilar yang harus berjalan secara terintegrasi, yaitu ekosistem, ekonomi dan sosial sambung Andha.

Dalam upaya mempercepat pembangunan kelautan, salah satu caranya yakni dengan menarik para investor luar negeri agar mau menanamkan investasinya di sektor pariwisata bahari. Tak hanya itu, melalui partisipasi Indonesia pada pameran skala dunia ini akan memperkuat peran kebijakan politik kelautan Indonesia. Disamping itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan pentingnya keikutsertaan Indonesia dalam mengangkat konservasi sumberdaya kelautan dan pengembangan teknologi kelautan.

Dalam event akbar kali pertama di dunia ini, Pemerintah Indonesia akan mengemas event secara menarik dan unik. Untuk menyemarakkan anjungan tersebut, akan dilengkapi dengan teater D-MAX yang memiliki kapasitas 150 kursi serta menampilkan film yang bercerita tentang kekayaan biodiversitas laut Indonesia. Sehingga para pengunjung dapat menikmati pengalaman audio visual tentang Indonesia sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia yang berada pada lintasan perairan strategis di kawasan asia pasifik. Sementara itu, berbagai kegiatan di anjungan Indonesia akan disesuaikan dengan visi Expo 2012 Yeosu. Dalam kegiatan ini, Paviliun Indonesia hingga hari ini telah dikunjungi sebanyak 28 ribu orang semenjak dibuka tanggal 12 Mei 2012 atau rata-rata pengunjung adalah 3-4 ribu orang per hari. Indonesia sendiri menargetkan sebanyak 300 ribu orang yang akan berkunjung ke paviliun selama berlangsungnya pameran ini.

Pameran berskala international yang diperkirakan dapat menampung hingga 8 juta pengunjung ini, diikuti lebih dari 130 negara. Adapun tujuan pameran ini adalah untuk mengajak manusia agar dapat membina hubungan yang harmonis dengan laut dan ekosistem secara keseluruhan. Sehingga pameran internasional itu sangat potensial bagi pasar produk Indonesia yang memang memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Sehingga tepat bila dikatakan ajang ini sebagai jendela bagi Indonesia yang dikenal memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan kaya dan beranekaragam, agar dapat mendongkrak pemasaran produk unggulan kelautan dan perikanan yang dihasilkan sektor kelautan dan perikanan.

Perlu diketahui sebagai ciri khas dari anjungan Indonesia, maka Indonesia memilih Ikan purba Coelacanth menjadi sebuah maskot. Coecalanth yang dikenal dengan sebutan ikan raja laut yang terdaftar dalam spesies dilindungi pada CITES Appendix 1. Ikan raja laut diduga punah sejak 80 tahun lalu yang ditemukan di dekat Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Maskot tersebut dipilih dalam rangka memperkenalkan keindahan alam laut, kekayaan samudera beserta ragam budayanya dan peninggalan tradisinya.

Pameran berskala internasional ini juga dapat sebagai akses terhadap informasi pasar, teknologi, dan modal, sehingga Indonesia mampu memenuhi permintaan pasar khususnya pasar global. Selain itu, Pemerintah Indonesia akan bekerja sama melalui badan-badan riset di Indonesia dengan para pakar internasional yang memungkinkan untuk melakukan alih teknologi dan konsolidasi nasional, demi mengembangkan kapasitas dan kepakaran bidang kelautan di seluruh tanah air. Indonesia juga berharap usai pelaksanaan expo ini, kerjasama kelautan Indonesia dengan dunia internasional, khususnya dengan Korea Selatan akan semakin meningkat ucap Fauzi.

Selain itu, pada Expo Yeousu 2012 di Korea Selatan diharapkan akan melahirkan Yeousu Declaration bersama komunitas international sebagai bentuk penegasan terhadap kesepakatan bersama untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Indonesia sendiri memiliki posisi sebagai produsen hasil perikanan sekaligus juga konsumen produk perikanan dunia. Posisi Indonesia sebagai negara konsumen besar ini, dengan penduduk yang saat ini sekitar 240 juta orang, adalah pasar potensial bagi berbagai produk dunia, termasuk produk perikanan. Oleh karena itu, jaminan mutu dan peningkatan nilai tambah produk menjadi salah satu kunci dalam memenangkan persaingan di era perdagangan global. Produk perikanan nasional harus memiliki kualitas yang baik dan seragam,juga produk harus tersedia secara teratur, berkesinambungan dan dapat disediakan secara massal.

Seperti diketahui Indonesia memiliki wilayah pesisir yang paling rumit (kompleks) di dunia, mulai dari geologi, oseanografi, sampai kekayaan keanekaragaman hayati. Maka dari itu, Partisipasi Indonesia dalam ajang ini sangat potensial sebagai tempat bertukar informasi dan teknologi mengenai pengembangan teknologi kelautan untuk masa depan yang lebih canggih dan ramah lingkungan. Sejalan dengan itu, Indonesia berkesempatan untuk menjual produk-produk andalan. Oleh karena itu, sepatutnya ajang ini dapat menjadi kesempatan emas.

Pameran ini juga dapat menjadi sebuah media strategis dalam membangun citra positif bagi Indonesia sekaligus turut mendukung kelestarian di bidang kelautan dan pesisir dunia. Pada expo 2012 Yeosu telah dibangun Anjungan Indonesia di blok pasifik untuk memamerkan berbagai sisi kebaharian serta perkembangan kelautan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Selain kekayaan kelautan dan perikanan, Indonesia kaya akan 500 ragam suku bangsa yang berbicara dalam 730 bahasa, keunikan budaya ini menjadi daya tarik serta menjadi identitas Indonesia di kancah dunia.

Perlu diketahui, Expo 2012 Yeosu Korea mempunyai tiga visi yakni, Visi Konservasi Samudera, Visi Pertumbuhan Hijau dan Visi Kerja sama internasionl. Pameran, yang akan diadakan pada dataran seluas 2.71 juta meter persegi (670 hektar) dari kota pelabuhan selatan di negeri ginseng, terdapat sekitar 400 pertunjukan lebih dari 8 ribu kali selama periode pameran 93 hari, yang berarti setidaknya 100 pertunjukan akan ditampilkan setiap hari. Lebih lanjut, Pameran Yeousu merupakan sarana komunikasi yang sangat efektif dengan para calon pembeli internasional.Di pameran ini memungkinkan para peserta untuk masuk kepasar global melakukan kontak dagang dengan para potensial buyers.

Sementara itu, Pemerintah Korea sendiri menargetkan penghasilan yang didapat dari Expo 2012 Yeousu Korea adalah sebesar 12,2 triliun dolar Amerika dan dari produksi nasional negara Korea sebesar 5,7 triliun dolar Amerika. Sedangkan Maskot yang dipilih yaitu Yeony dan Sunny. Yeo artinya Indah dan Su artinya air. Maskot ini adalah bentuk hidup dari plankton sebagai sumber makanan utama di laut. Biru Yeony melambangkan air laut dalam dan merah Sunny melambangkan organisme yang hidup di laut.

Indonesia Day di Yeosu Expo 2012, dijadikan sebagai momentum untuk kebangkitan kelautan Indonesia. Dalam acara ini, disamping hadir Inspektur Jenderal KKP, Andha Fauzie Miraza yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, juga hadir Duta Besar Indonesia untuk Korea, Nicholas Tandi Damen; Commissioner Expo 2012 Yeosu, Lee Joon-hee; Gubernur Jeollanam-do, Joon-yung, serta perwakilan negara peserta Yeosu Expo 2012.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi,Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP.0818159705)

COPYRIGHT © 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s